https://acehdigest.blogspot.com/2013/12/ekonomi-biru-dan-laut-aceh.html
https://www.academia.edu/23787781/Kearifan_lokal_perikanan
Buku ini berusaha melihat masalah pembangunan kelautan dan perikanan, tidak bisa terbatas pada angka. Dengan hanya berpatokan, seolah-olah dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya di dalamnya, lantas kesejahteraan dengan mudah diperoleh, maka sesungguhnya itu sebuah kesimpulan yang keliru. Tidak demikian. Masalah kesejahteraan adalah satu gurita permasalahan yang harus diselesaikan dengan keterlibatan berbagai aspek.
Aceh memiliki peluang dalam pembangunan kelautan dan perikanan secara lebih baik. Aceh memiliki undang-undang khusus, dimana dalam pasal 162 UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh mengatur mengenai kewenangan besar dalam pengelolaan sumberdaya alam di Aceh. Hal lainnya yang tidak bisa dilepaskan adalah pengaturan mengenai pemeliharaan hukum adat laut.
Di Aceh terdapat pola kearifan lokal hukom adat laot yang sudah dikenal sejak masa kerajaan. Pola tersebut diyakini berpengaruh positif dalam menyelamatkan potensi besar perikanan Aceh saat ini, sekaligus menjadi gambaran bahwa terdapat spirit masyarakat lokal di Aceh dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan secar berkelanjutan.
Proses penyadaran akan kelautan laut Aceh, merupakan salah satu upaya yang harus dipertahankan. Para intelektual harus mampu membangkitkan daya nalar yang kritis, untuk menciptakan atau menemukan teori-teori yang mampu mengarahkan proses penyadaran masyarakat Aceh.
Aceh memiliki peluang dalam pembangunan kelautan dan perikanan secara lebih baik. Aceh memiliki undang-undang khusus, dimana dalam pasal 162 UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh mengatur mengenai kewenangan besar dalam pengelolaan sumberdaya alam di Aceh. Hal lainnya yang tidak bisa dilepaskan adalah pengaturan mengenai pemeliharaan hukum adat laut.
Di Aceh terdapat pola kearifan lokal hukom adat laot yang sudah dikenal sejak masa kerajaan. Pola tersebut diyakini berpengaruh positif dalam menyelamatkan potensi besar perikanan Aceh saat ini, sekaligus menjadi gambaran bahwa terdapat spirit masyarakat lokal di Aceh dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan secar berkelanjutan.
Proses penyadaran akan kelautan laut Aceh, merupakan salah satu upaya yang harus dipertahankan. Para intelektual harus mampu membangkitkan daya nalar yang kritis, untuk menciptakan atau menemukan teori-teori yang mampu mengarahkan proses penyadaran masyarakat Aceh.
Aceh: Kebudayaan, Tepi Laut, dan Pembangunan, buku karya bersama yang dikomandani Sulaiman Tripa sebuah buku menarik untuk bisa memahami seluk beluk Aceh dari perspektif hubungan antara kebudayaan, masyarakat pesisir, dan arah pembangunan. Tidak semata melihat pembangunan sebagai persoalan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mempertimbangkan sejarah, identitas, pengetahuan lokal, serta cara masyarakat Aceh berinteraksi dengan ruang laut dan pesisir.
Bagaimana upaya mempertemukan kebudayaan dan pembangunan dalam satu pembahasan. Laut bukan hanya dipandang sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Aceh. Karena itu, pembangunan di wilayah pesisir semestinya tidak mengabaikan nilai, tradisi, dan pengetahuan masyarakat setempat.
Judul Buku : Aceh Kebudayaan Tepi Laut dan Pembangunan
Penulis : M. Adli Abdullah, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Hanif Sofyan dkk
Penyunting : Sulaiman
Penerbit : Bandar Publishing
Cetak : September 2014
ISBN : 978-602-1632-34-5
Tebal : xiv + 240 hlm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar