Label

# (2) 100 buku (1) 1001 Cerita membangun Indonesia (1) 2016 (1) 2019 prabowo presiden (1) 2019 tetap jokowi (1) 2020 (1) 2021 (2) 21 tahun (1) 21 wasiat Sultan untu Aceh (2) 49 tahun IAIN Araniry (2) 99 buku (1) a ceh bahan buku (1) Abu Mudi (1) aceh (13) Aceh Barat (2) aceh digest (1) aceh history (2) aceh kode (2) aceh kopi (1) Aceh Singkil (1) aceh tengah (3) Aceh Tourism (2) Adat Aceh (3) agama (25) Air Bersih (2) aisya (1) Alue Naga (1) amazon (1) aminullah (1) anehnya negeriku indonesia (3) anggaran nanggroe aceh (1) anies (1) APBA (6) apresiasi serambi indonesia (1) arsip (1) artikel hanif (74) artikel kompas (1) artikel nabil azra (3) artikel rini (4) Artikel Serambi (9) artikel serambi-tokoh sastra melayu (2) artikel Tanah Rencong (1) artikel trans89.com (1) artikel/opini Modus Aceh (1) arundati roy (1) asia (1) asuransi (2) atlas of places (1) australia (1) Ayam (1) bacaan hari raya (1) bahan buku (106) bahan buku aceh (1) bahan buku kolaborasi (2) bahan buku. (12) bahan tulisan (1) bahana buku (1) bahasa (2) Banda Aceh (1) Bank Aceh syariah (1) Bank syariah Indonesia (1) batu (1) bawaslu (1) bencana alam (7) bendera dan lambang (1) Berbagi (1) berita nabil (1) berita serambi (1) berkeadilan (1) BHR (1) Bie Da Rao Wo Zhong Tian (1) bill gates (2) Bioscoop (1) Bioskop (1) birokrasi (1) birokrasi politik (1) Blogger Competition 2017 (1) Blogger Indonesia (1) BMA 2023 (3) Bola Kaki (1) book (1) BP2A (1) BPBA (1) BSI (1) budaya (84) budaya aceh (12) budaya massa (1) budaya tradisional (2) bukit barisan (1) buku (7) buku covid anak (1) Buku kapolri (1) bulkstore (2) bullying (1) bumi (2) bumi kita (1) bumi lestari (2) bumiku satu (1) Buyakrueng tedong-dong (1) cadabra (1) cerdas (1) cerita (2) cerpen (2) child abuse (1) climate change (3) Connecting Happiness (3) ConnectingHappiness (1) Cormoran Strike (1) Corona (1) corona virus19 (2) covid (1) Covid-19 (1) covid19 (9) CSR (1) cuplikan (1) Cut Nyak Dhien (1) dakwah kreatid (2) Dana Hibah (2) dara baroe (1) Data (1) dayah (4) De Atjehers (1) demam giok (1) Democrazy? (5) demokrasi (10) demokrasi aceh (6) diaspora (1) dinasti politik (3) diplomasi gajah (1) Ditlantas Meupep-pep (1) diva (1) DKPP (1) Don’t Disturb Me Farming (1) DPRA (1) dr jeckyl (1) Drama (1) drive book not cars (2) dua tahun BSI (1) Dusun Podiamat (1) earth hour (2) earth hour 2012 (2) ekonmi islam (1) Ekonomi (53) Ekonomi Aceh (51) ekonomi biru (1) ekonomi Islam (7) ekonomi sirkular (2) ekoomi (1) Ekosistem kopi (1) eksport import (1) Elizabeth Kolbert (1) essay (1) essay keren (1) essay nabil azra (1) falcon (1) fiksi (1) Film (6) Film animasi (1) film china (1) film cina (1) film drama (3) Film jadul (1) film lawas (1) filsafat (2) fir'aun (1) forum warga kota (1) forum warung kopi (2) FOTO ACEH (2) fourth generation university (2) GAIA (1) gajah sumatera (1) gam cantoi (2) gambar (1) ganjar (1) Garis Wallacea (1) garis Weber (1) Gas Terus (1) GasssTerusSemangatKreativitasnya (1) gempa (2) gender (3) generasi manusia (1) germs (1) gibran. jokowi (1) Gillian Rubinstein (1) god (1) goenawan mohamad (1) gramedia (1) groomer (1) grooming (1) gubernur (2) guiness book of record (1) guru (1) guru blusukan (1) guru kreatif (1) guru milenial (1) H. Soeprapto Soeparno (1) hacker cilik (1) Hadih Maja (1) Halodoc (1) Halue Bluek (1) hanibal lechter (1) hanif sofyan (7) hardikda (1) hari Air Sedunia (3) hari bumi (2) Hari gizi (1) hari hoaxs nasional (2) harry potter (1) hasan tiro (1) hastag (1) hemat energi (1) herman (1) Hikayat Aceh (2) hoaks (2) hoax (2) hobbies (1) hoegeng (1) HUDA (1) hukum (3) humboldtian (1) hutan indonesia (5) ibadah (1) ide baru (1) ide buku (2) idelisme (1) ideologi (1) idul fitri 2011 (1) iklan (1) Iklan Bagus (2) indonesia (4) Indonesia city Expo 2011 (1) industri (1) inovasi (1) Inovasi Program (1) intat linto (1) intermezo (5) internet dan anal-anak (1) investasi (2) investasi aceh (1) Iran (1) isatana merdeka (1) Islam (1) islam itu indah (3) Islamic banking (1) ismail bolong (1) Ismail Fahmi Lubis (1) IT (4) jalur Rempah (4) Jalur Rempah Dunia (4) Jalur rempah Nusantara (4) jeff bezzos (1) Jejak Belanda di Aceh (1) jepang (1) jk rowling (2) JNE (5) JNE Banda Aceh (1) JNE33Tahun (1) JNEContentCompetition2024 (1) joanne kathleen rowling (1) jokoei (1) jokowi (1) juara 1 BMA kupasi 2023 (1) juara 1 jurnalis (1) juara 2 BMA kupasi (1) juara 3 BMA kupasi 2023 (1) jurnal blajakarta (1) jurnal walisongo (1) jurnalisme warga (1) kadisdik (1) kaki kuasa (1) kalender masehi (1) kambing hitam (1) kampanye (1) kampus unsyiah (4) kamuflase (1) karakter (1) kasus kanjuruhan (1) kasus sambo (1) kaya (1) KBR (1) kebersihan (1) kebudayaan (1) Kebudayaan Aceh (7) Kebumen (1) kedai kupi (1) kedai-kopi (1) Kedokteran (1) kedokteran Islam (1) kejahatan anak (1) kejahatan seksual anak (1) kekuasaan. (1) kelas menulis SMAN 5 (4) kelautan (5) keluarga berencana (1) Keluarga Ring Of Fire (1) kemenag (1) kemiskinan (2) kemukiman (2) kepemimpinan. (2) kepribadian (1) Kepribadian Muslim (1) kerajaan Aceh (2) Kerajaan Aceh Darussalam (2) Kerajaan Belanda (1) Kerajaan Portugis (1) Kerajaan Samudera Pasai (1) Kerajaan Samudera Pasee (1) kerja keras (1) kesehatan (13) kesehatan anak (4) keuangan (1) keuangan aceh (1) khaled hosseini (1) Khanduri Maulod (1) khutbah jumat (1) king maker (1) kirim naskah (1) Kisah (1) Kisah Islami (1) kite runner (1) KKR (2) KoescPlus (1) koleksi buku bagus (4) koleksi foto (2) Koleksi Kontribusi Buku (1) koleksi tulisanku (2) kolom kompas (1) kolom kompas hanif sofyan (2) kolom tempo (2) kompetensi siswa (1) Komunikasi (1) komunitas-serambi mihrab (1) konsumerisme (1) Kontribusi Hanif Sofyan untuk Buku (3) Kopi (2) kopi aceh (5) kopi gayo (2) kopi gayo.kopi aceh (1) kopi libri (1) Korupsi (7) korupsi di Aceh (4) kota masa depan (1) kota yang hilang (1) KPK (2) KPU (1) kredo (1) kriminal (1) krisis air (2) ku'eh (1) Kuliner Aceh (2) kultum (2) kupasi (1) kurikulum 2013 (1) kwikku (1) Labschool UIN Ar Raniry Banda Aceh (1) lain-lain (1) lalu lintas (1) lambang dab bendera (4) laut (2) Laut Aceh (1) Laut Biru (2) lebaran 2025 (1) legenda (1) Li Zhuo (1) lian hearn (1) Library (1) Library Gift Shop (2) lifestyle (1) limapuluah koto (1) Lin Xian (1) lincah (1) Lingkungan (42) lintho (1) listrik aceh (1) LNR (1) Lomba artikel 2016 (4) Lomba blog 2016 (1) lomba blog unsyiah 2018 (1) Lomba Blogger Unsyiah (2) lomba JNE (1) lomba mneulis asuransi (1) LSM-NGO (3) M nasir Fekon (1) Maek (1) maekfestival (1) magazine (1) makam (1) malcom gladwell (1) manajemen (2) manipulatif (1) manusia (2) marginal (1) Masyarakat Urban. (1) Mauled (1) maulid (2) Maulod (1) Media (1) megawati (1) Melinjo (1) Memberi (1) menhir (1) Menyantuni (1) mesjid baiturahman (2) Meulaboh (1) MH Amiruddin (1) migas (1) mimbar jum'at (1) minangkabau (1) Misbar (1) misi (1) mitigasi bencana (5) molod (1) moral (1) More Than Just A Library (2) motivasi (1) MTSN 4 Labschool UIN Ar Raniry (1) MTSN4 Banda Aceh (1) mukim (2) mulieng (1) museum (2) museum aceh (2) Museum Tsunami Aceh (4) music (1) Music show (1) musik (1) muslim produktif (1) musrenbang (1) Nabi Muhammad (2) naga (1) nagari seribu menhir (1) narkotika (1) naskah asli (3) Naskah Kuno Aceh (2) Negeri rempah terbaik (1) nelayan (1) new normal (1) Nina Fathdini (1) novel (1) Nubuah (1) Nusantara (1) off road (1) olahraga (2) one day one surah (1) opini (5) opini aceh tribun (2) opini analisadaily.com (1) opini bebas (1) Opini di lentera (1) opini dis erambi (1) opini hanif (1) opini hanif di serambi indonesia (4) opini hanif sofyan (1) Opini Hanif Sofyan di Kompas.id (1) opini hanif sofyan di steemit (1) opini harian aceh (4) Opini Harian Waspada (1) opini kompasiana (2) opini lintas gayo (11) opini lintas gayo com (1) opini LintasGayo.co (2) opini majalah tanah rencong (1) opini nabil azra (1) opini rini wulandari (1) opini serambi (43) opini serambi indoensia (4) opini serambi indonesia (169) opini siswa (4) opini tabloid lintas gayo (5) opini tempo (1) otsus (1) OYPMK (1) pandemi (1) pandemi covid-19 (9) papua (1) Pariwisata (3) pariwisata aceh (1) parlemen aceh politik aceh (8) pawang (1) PDAM (1) PDIP (1) pelosok negeri (1) Peluang Pasar (1) pemanasan global. green energy (1) pembangunan (29) pembangunan aceh (1) pemerintah (4) pemerintahan (1) pemilu 2014 (5) pemilu pilkada (1) pemilukada (9) Pemilukada Aceh (14) penddikan (2) pendidikan (29) pendidikan Aceh (27) penjahat kambuhan (1) penyair aceh (1) Penyakit kusta (1) Perbankan (3) perbankan islam (3) perdamaian (1) perempuan (8) perempuan Aceh (5) perempuan dan ibu (1) perempuan dan politik (2) perikanan (1) perpustakaan (2) perputakaan (1) personal (2) personal-ekonomi (1) pertanian (2) perusahaan ekspedisi (1) perusahaan logistik (1) perwira tinggi polri (1) pesantren (2) Pesta Demokrasi (1) pidie (1) pileg (1) pileg 2019 (2) pilkada (14) pilpres (2) pilpres 2019 (3) pilpres 2024 (2) PKK Aceh (1) plastik (1) PNS (1) polisi (2) polisi jahat (1) politik (115) politik aceh (160) politik indonesia (3) politik KPK versus korupsi (4) politik nasional (4) politis (1) politisasi (1) politk (5) Polri (1) polri presisi (1) popular (1) poster. (1) prabowo (2) prediktif (1) presiden (1) presiden 2019-2024 (1) PRESISI POLRI (1) produktifitas (1) PROFIL (1) propaganda (1) psikologi (2) psikologi anak (1) psikologi pendidikan (1) psikologis (1) Pulo Aceh (1) PUSA (2) pustaka (1) qanun (1) qanun Anti rentenir (1) Qanun LKS (2) Qu Meng Ru (1) ramadan (1) ramadhan (2) Ramadhan 2011 (4) ramadhan 2012 (2) rawa tripa (1) recycle (1) reduce (1) reformasi birokrasi (1) religius (1) Resensi buku (3) Resensi Buku hanif (2) resensi film (2) resensi hanif (2) residivis (1) resolusi. 2021 (2) responsibility (1) reuse (1) review buku (1) revolusi industri (1) robert galbraith (1) rohingya (1) Romansa (1) romantisme kanak-kanak (1) RPJM Aceh (3) RTRWA (2) ruang kelas (1) rujak u grouh apaloet (1) rumbia aceh (1) sains (1) Samalanga (1) sampah (1) satria mahardika (1) satu guru satu buku (1) satwa liar (1) secangkir kopi (1) sejarah (9) sejarah Aceh (28) sejarah Aceh. (3) sejarah dunia (1) sejarah-bahasa (5) sekda (1) sekolah (1) sekolah terpencil (1) Selat Malaka (1) selfie politik (1) Servant Leadership (1) setahun polri presisi (1) setapak perubahan (1) sigit listyo (1) sikoat (1) Sineas Aceh (2) Sinema Aceh (2) sinovac (1) situs (1) snapshot (1) sosial (14) sosiologi (1) sosiopat (1) SOSOK.TOKOH ACEH (3) spesies (1) statistik (1) Stigma (1) Stop Bajak Karya Online (1) Sultan Aceh (1) sultan iskandar muda (1) sumatera barat (1) sustainable laundry (1) syariat islam (7) TA sakti (1) tahun baru (2) tambang aceh (1) tambang ilegal (1) tanah rencong (1) tantang IB (1) Tata Kelola pemerintahan (4) tata kota (2) TDMRC (1) Tehani Wessely (1) tehnologi (5) televisi (1) Tenaga kerja (2) terbit buku (1) the cucko'scalling (1) Thriller (1) timor leste (1) tips (3) tokoh dunia (1) tokoh kartun serambi (2) Tome Pires (1) tradisi (3) tradisi aceh (2) tradisional (1) transparansi (1) tsunami (9) Tsunami Aceh (9) Tsunami story Teller (2) tuan hide (1) tukang obat (1) tulisan ringan (1) TUmbuh seimbang berkelanjutan bersama BSI (1) TV Aceh (1) tv dan anak-anak (3) uang haram (1) ujaran kebencian (1) ulama aceh (7) UMKM (1) Unsyiah (2) Unsyiah Library (3) Unsyiah Library Fiesta 2017 (3) upeti (1) upeti jin (1) ureung aceh (1) vaksin (2) viral (1) visi (1) Visit Aceh (2) Visit Banda Aceh (7) Visit Banda Aceh 2011 (4) walhi goes to school (1) wali nanggroe (3) walikota 2014 (1) wanita Iran (1) warung kupi (2) wirausaha aceh (1) Wisata Aceh (5) wisata spiritual (2) wisata tematik jalur rempah (1) Yayat Supriyatna (1) youtube (2) YouTube YoYo English Channel (1) YPBB (1) zero waste (2) Zhuang Xiao Man (1)

Minggu, 16 Agustus 2026

REMPAH, BEDIL DAN EMAS 1.0

REMPAH, BEDIL DAN EMAS 1.0
Sejarah Rempah Nusantara, Perang Dan Perebutan Kekayaan

oleh hanif sofyan-acehdigest




Gerbang Malaka Pembuka Jalur Rempah

Indapatra, benteng kelabu seluas 4900 meter persegi, tepat berada di salah satu Jalur Rempah Nusantara di pinggir Selat Malaka. Selat paling legendaris dalam kisah kesejarahan Kerajaan Aceh Darussalam. Bandar laut Malaka sangat strategis, sehingga Tome Pires, seorang petualang dari Portugis yang menulis jurnal perjalanannya pada tahun 1515 berujar; “Semua kontak dagang antarbangsa dan segala urusan perniagaan harus dilakukan di Kota Malaka...Siapa pun yang menguasai Kota Malaka pasti bisa mengalahkan kehebatan Venesia.”

Bagi Kerajaan Aceh Darussalam, Bandar Laut Malaka kemudian menjadi sebuah titik dimulainya sejarah kejayaan Jalur Rempah Nusantara, sekaligus titik persinggungan konflik dengan Kerajaan Portugis dan Kerajaan Belanda.

Ketika Bandar Laut Malaka direbut Portugis pada pada tahun 1511, maka Pelabuhan Aceh Darussalam menggantikan posisi strategisnya karena berada dijalur yang sama, sebagai penyambung titik Jalur Rempah Dunia. 

Apalagi pada abad ke 15, rempah-rempah dari Malaka, Maluku dan Banten menjadi incaran bangsa-bangsa Eropa, karena peristiwa epidemi dahsyat di Eropa, The Black Death akibat bakteri yersinia pestis dari kutu tikus membutuhkan komoditas pala dalam jumlah besar sebagai obatnya. 

Disamping rempah-rempah lainnya, seperti kamper (kapur barus), kayu gaharu, kasturi dan kemenyan sebagai bahan pengawet dan bahan pewangi, sebagaimana disebut Claude Guillot, dari Ecole Francaise d’Extreme-Orient dalam buku Barus, Seribu Tahun yang Lalu, (2003).

Indrapatra adalah salah satu dari tiga titik lokus utama Kerajaan Aceh Darussalam. Benteng bekas Kerajaan Lamuri era Hindu pra Islam yang didirikan oleh Putra Raja Harsya dari India pada 604 Masehi. Titik kedua berada di Indrapurwa di Lambadeuk, Pekan Bada dan titik ketiga di Indrapuri, Aceh Besar. Gagasan tri-teritori ini mengacu pada konsep Ji’e (alat penampi beras berbentuk segitiga; dalam frasa bahasa Aceh), sebagai tiga batas utama, Segi Tiga Aceh atau Aceh Lhee Sagoe. Teritori Kerajaan Aceh Darussalam merupakan penyatuan dua kerajaan besar Darud Donya dan Darul Kamal pada abad 17 yang berbasis di Gampong Pande, Kutaraja atau Banda Aceh sekarang. Kini menjadi salah satu dari dua situs Jalur Rempah Nusantara di Aceh, Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan Samudera Pasai.

Buya Krueng Teudong-dong”,

Oleh Hanif Sofyan, Pegiat Sosial, tinggal di Tanjung Selamat, Aceh Besar

https://aceh.tribunnews.com/2021/10/14/buya-krueng-teudong-dong?page=all

Membaca opini Nurchalis, Sp, M,Si, “Menghitung Pulau Banyak Effect”, (SI; 25/9/2021), mengingatkan opini penulis, “Buya Tamong Meuraseuki “(SI;4/6/2014), ketika Pemerintah Aceh mendorong Aceh Investment Promotian (AIP) I, sebuah gagasan menjadikan Aceh sebagai tujuan investasi terbaik di Indonesia. Gagasan yang sangat mengembirakan, sekaligus juga sangat menantang.

Dibutuhkan visi yang jelas, karena kita masih dihantui masalah infrastruktur pendukung investasi yang belum sepenuhnya “matang”. Seperti di sampaikan seorang analis ekonomi A. Tony Prasetiantono, bahwa buruknya infrastruktur menjadi salah satu titik lemah dalam daya saing perekonomian kita. Selain produktivitas tenaga kerja, level pendidikan, birokrasi, dan korupsi yang akut menjadi catatan yang tidak bisa diremehkan dalam euforia kita menerima investasi baru.

Setidaknya kita bisa belajar dari kasus Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, yang kelak menjadi kota satelit Banda Aceh, karena investor yang telah masuk belum mampu kita “layani” dengan baik, termasuk dalam urusan infrastruktur. Tentu saja kita tidak bisa hanya berharap pada keperkasaan investor pariwisata Murban Energy dan Uni Emirat Arab di Singkil-Pulau Banyak , yang akan menjadi investor kita nantinya.

Dari sisi geografis, Singkil, Pulau Banyak membutuhkan, setidaknya moda armada angkutan laut, pelabuhan peti kemas, infrastruktur jalan darat yang dapat menampung tonase kontainer besar yang akan hilir mudik, semua infrastruktur harus mampu menampung semua lalu lintas angkutan material yang akan masuk untuk  mendukung pembangunan resor mewah seperti di Maldives atau Maladewa ataudi Dubai.

Jumat, 14 Agustus 2026

Me-”remake” Nasib Lokananta Sebagai Museum

oleh hanif sofyan-acehdigest-opini kompas

https://www.kompas.id/baca/artikel-opini/2022/03/31/me-remake-nasib-lokananta-sebagai-museum

kompas.id

State Phonografic Industry Ministry of Information menyimpan banyak catatan yang bisa menjelaskan Lokananta, industri awal pabrik piringan hitam sekaligus perusahaan rekaman tertua milik pemerintah kita.

Sebagaimana catatan Ayos Purwoaji dan Fakhri Zakaria, dari Rolling Stone, Lokananta juga menyingkap fakta unik tentang lagu ”Negaraku” yang kini menjadi lagu kebangsaan Malaysia. Lagu itu ternyata berasal dari gubahan lagu ”Terang Bulan” ciptaan Saiful Bahri, yang asli orang Indonesia.

Dalam arsip Lokananta, lagu berdurasi 11 menit 15 detik itu direkam di RRI Jakarta pada 1956 dan dipindahkan ke piringan hitam oleh Lokananta pada 16 Maret 1965. Penyanyinya adalah Orkes Studio Djakarta yang dipimpin oleh Saiful Bahri.

Selasa, 04 Agustus 2026

Aceh Kebudayaan Tepi Laut dan Pembangunan

https://acehdigest.blogspot.com/2013/12/ekonomi-biru-dan-laut-aceh.html

https://www.academia.edu/23787781/Kearifan_lokal_perikanan


Buku ini berusaha melihat masalah pembangunan kelautan dan perikanan, tidak bisa terbatas pada angka. Dengan hanya berpatokan, seolah-olah dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya di dalamnya, lantas kesejahteraan dengan mudah diperoleh, maka sesungguhnya itu sebuah kesimpulan yang keliru. Tidak demikian. Masalah kesejahteraan adalah satu gurita permasalahan yang harus diselesaikan dengan keterlibatan berbagai aspek.

Aceh memiliki peluang dalam pembangunan kelautan dan perikanan secara lebih baik. Aceh memiliki undang-undang khusus, dimana dalam pasal 162 UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh mengatur mengenai kewenangan besar dalam pengelolaan sumberdaya alam di Aceh. Hal lainnya yang tidak bisa dilepaskan adalah pengaturan mengenai pemeliharaan hukum adat laut.

Senin, 03 Agustus 2026

Jejak Belanda di Aceh

https://www.lentera24.com/2014/05/jejak-belanda-di-aceh.html 

Drs. Mawardi Umar, M.Hum., M.A.-Penulis adalah Ketua Jurusan Sejarah FKIP Unsyiah dan alumni Universitas Leiden Belanda


ACEH daerah terakhir yang ditaklukkan Belanda dalam upaya memperluas hegemoni imperialisme mereka di nusantara (Pax-Netherlanica). Penaklukan Aceh baru dilakukan pada 1873 setelah proses negosiasi untuk pengakuan kedaulatan Belanda atas wilayah Kesultanan Aceh ditolak oleh Sultan Aceh. Proses penaklukan Aceh yang awalnya diperkirakan oleh Belanda akan dapat dilakukan dengan mudah ternyata yang terjadi sebaliknya. 

Ekosistem itu Bernama Kopi!

by hanif sofyan-acehdigest
https://www.scribd.com/document/623142245/The-Atjeher-Dari-Serambi-Mekkah-ke-Serambi-Kopi

Orang dengan segera tergila-gila, ketika Pasqua Rosee, seorang eksentrik Yunani menawarkan minuman kental berwarna hitam yang diberi nama kaveh, alias kopi untuk pertama kalinya di London tahun 1652. 

Ekspektasi penerimaan kehadiran kopi cukup unik. Lantaran musabab air di kota London dianggap tercemar polusi berat dan tak layak diminum, maka pilihan pengganti jatuh pada alkohol, diikuti konsekuensi sosialnya yang buruk.

Lantas kopi muncul sebagai pilihan baru yang dianggap lebih rasional, dan hadir tak sekedar menjadi ‘minuman belaka’ tapi juga pemberi solusi masalah. 

Kopi diyakini memberi efek stimulan yang membuat orang cepat tersadar dari mabuk berat, lantas bisa berpikir lebih jelas. Maka rumor ini dengan cepat membuat si emas hitam, kopi menjadi primadona baru, bahkan dianggap dapat mendatangkan inspirasi dan menjadi katalis dari pemikiran yang murni. 

Maka benarlah ujaran Mark Pendergrast dalam Uncommond Grounds, bahwa ritual menyeduh kopi memang untuk menyegarkan stamina dan menguatkan konsentrasi sebagai bagian dari penguatan ritual keagamaan para Sufi yang membutuhkan kedua komponen itu.

Syariat Islam di Aceh pada Abad 19,

OLEH T. A. SAKTI, Penulis hikayat dan mantan dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

https://aceh.tribunnews.com/2021/09/23/syariat-islam-di-aceh-pada-abad-19?page=all

MANUSKRIP atau naskah lama termasuk salah satu sumber sejarah. Berbekal beberapa manuskrip inilah saya coba mengungkapkan sejarah Aceh pada abad ke-19, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan syariat Islam.

Penunjukan abad ke-19 sebagai pokok kajian ini memang tidak mengalami kendala, sebab hampir semua naskah yang terpilih memang langsung menuliskan angka tahun Hijriah pada penutup naskah masing-masing. Kitab Tuhfatul Ikhwan, karya Syekh Abdussalam (kakek Teungku Chiek di Tiro Muhammad Saman, Pahlawan Nasional). Kitab ini selesai ditulis pada akhir Ramadhan tahun 1224 H. Naskah yang dapat digolongkan kepada 'hikayat tambeh' (tuntunan) ini, selain mengandung berbagai jenis nasihat, juga terselip beberapa baris syair mengenai suasana keagamaan negeri Aceh pada masa itu. Tambeh 95 (95 Tuntunan) selesai ditulis pada tahun 1242 H.

Kemiskinan Aceh dan Akses Pasar,

 Oleh Reza Kamilin, Penulis adalah Camat Kuta Alam, Banda Aceh

https://aceh.tribunnews.com/2021/07/27/kemiskinan-aceh-dan-akses-pasar?page=all

Laporan BPS Aceh beberapa hari yang lalu meyebutkan , Maret 2021 jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 834,24 ribu orang, atau bertambah sebanyak 330 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2020. Secara persentase ini menurun, dari 15,43 % di September 2020 menjadi 15,33% di Maret 2021, namun angka ini masih yang tertinggi di Sumatera.

Untuk mengukur kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Melalui pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan.