Label

# (2) 100 buku (1) 1001 Cerita membangun Indonesia (1) 2016 (1) 2019 prabowo presiden (1) 2019 tetap jokowi (1) 2020 (1) 2021 (2) 21 tahun (1) 21 wasiat Sultan untu Aceh (2) 49 tahun IAIN Araniry (2) 99 buku (1) a ceh bahan buku (1) Abu Mudi (1) aceh (13) Aceh Barat (2) aceh digest (1) aceh history (2) aceh kode (2) aceh kopi (1) Aceh Singkil (1) aceh tengah (3) Aceh Tourism (2) Adat Aceh (3) agama (25) Air Bersih (2) aisya (1) Alue Naga (1) amazon (1) aminullah (1) anehnya negeriku indonesia (3) anggaran nanggroe aceh (1) anies (1) APBA (6) apresiasi serambi indonesia (1) arsip (1) artikel hanif (74) artikel kompas (1) artikel nabil azra (3) artikel rini (4) Artikel Serambi (9) artikel serambi-tokoh sastra melayu (2) artikel Tanah Rencong (1) artikel trans89.com (1) artikel/opini Modus Aceh (1) arundati roy (1) asia (1) asuransi (2) atlas of places (1) australia (1) Ayam (1) bacaan hari raya (1) bahan buku (106) bahan buku aceh (1) bahan buku kolaborasi (2) bahan buku. (12) bahan tulisan (1) bahana buku (1) bahasa (2) Banda Aceh (1) Bank Aceh syariah (1) Bank syariah Indonesia (1) batu (1) bawaslu (1) bencana alam (7) bendera dan lambang (1) Berbagi (1) berita nabil (1) berita serambi (1) berkeadilan (1) BHR (1) Bie Da Rao Wo Zhong Tian (1) bill gates (2) Bioscoop (1) Bioskop (1) birokrasi (1) birokrasi politik (1) Blogger Competition 2017 (1) Blogger Indonesia (1) BMA 2023 (3) Bola Kaki (1) book (1) BP2A (1) BPBA (1) BSI (1) budaya (84) budaya aceh (12) budaya massa (1) budaya tradisional (2) bukit barisan (1) buku (7) buku covid anak (1) Buku kapolri (1) bulkstore (2) bullying (1) bumi (2) bumi kita (1) bumi lestari (2) bumiku satu (1) Buyakrueng tedong-dong (1) cadabra (1) cerdas (1) cerita (2) cerpen (2) child abuse (1) climate change (3) Connecting Happiness (3) ConnectingHappiness (1) Cormoran Strike (1) Corona (1) corona virus19 (2) covid (1) Covid-19 (1) covid19 (9) CSR (1) cuplikan (1) Cut Nyak Dhien (1) dakwah kreatid (2) Dana Hibah (2) dara baroe (1) Data (1) dayah (4) De Atjehers (1) demam giok (1) Democrazy? (5) demokrasi (10) demokrasi aceh (6) diaspora (1) dinasti politik (3) diplomasi gajah (1) Ditlantas Meupep-pep (1) diva (1) DKPP (1) Don’t Disturb Me Farming (1) DPRA (1) dr jeckyl (1) Drama (1) drive book not cars (2) dua tahun BSI (1) Dusun Podiamat (1) earth hour (2) earth hour 2012 (2) ekonmi islam (1) Ekonomi (53) Ekonomi Aceh (51) ekonomi biru (1) ekonomi Islam (7) ekonomi sirkular (2) ekoomi (1) Ekosistem kopi (1) eksport import (1) Elizabeth Kolbert (1) essay (1) essay keren (1) essay nabil azra (1) falcon (1) fiksi (1) Film (6) Film animasi (1) film china (1) film cina (1) film drama (3) Film jadul (1) film lawas (1) filsafat (2) fir'aun (1) forum warga kota (1) forum warung kopi (2) FOTO ACEH (2) fourth generation university (2) GAIA (1) gajah sumatera (1) gam cantoi (2) gambar (1) ganjar (1) Garis Wallacea (1) garis Weber (1) Gas Terus (1) GasssTerusSemangatKreativitasnya (1) gempa (2) gender (3) generasi manusia (1) germs (1) gibran. jokowi (1) Gillian Rubinstein (1) god (1) goenawan mohamad (1) gramedia (1) groomer (1) grooming (1) gubernur (2) guiness book of record (1) guru (1) guru blusukan (1) guru kreatif (1) guru milenial (1) H. Soeprapto Soeparno (1) hacker cilik (1) Hadih Maja (1) Halodoc (1) Halue Bluek (1) hanibal lechter (1) hanif sofyan (7) hardikda (1) hari Air Sedunia (3) hari bumi (2) Hari gizi (1) hari hoaxs nasional (2) harry potter (1) hasan tiro (1) hastag (1) hemat energi (1) herman (1) Hikayat Aceh (2) hoaks (2) hoax (2) hobbies (1) hoegeng (1) HUDA (1) hukum (3) humboldtian (1) hutan indonesia (5) ibadah (1) ide baru (1) ide buku (2) idelisme (1) ideologi (1) idul fitri 2011 (1) iklan (1) Iklan Bagus (2) indonesia (4) Indonesia city Expo 2011 (1) industri (1) inovasi (1) Inovasi Program (1) intat linto (1) intermezo (5) internet dan anal-anak (1) investasi (2) investasi aceh (1) Iran (1) isatana merdeka (1) Islam (1) islam itu indah (3) Islamic banking (1) ismail bolong (1) Ismail Fahmi Lubis (1) IT (4) jalur Rempah (4) Jalur Rempah Dunia (4) Jalur rempah Nusantara (4) jeff bezzos (1) Jejak Belanda di Aceh (1) jepang (1) jk rowling (2) JNE (5) JNE Banda Aceh (1) JNE33Tahun (1) JNEContentCompetition2024 (1) joanne kathleen rowling (1) jokoei (1) jokowi (1) juara 1 BMA kupasi 2023 (1) juara 1 jurnalis (1) juara 2 BMA kupasi (1) juara 3 BMA kupasi 2023 (1) jurnal blajakarta (1) jurnal walisongo (1) jurnalisme warga (1) kadisdik (1) kaki kuasa (1) kalender masehi (1) kambing hitam (1) kampanye (1) kampus unsyiah (4) kamuflase (1) karakter (1) kasus kanjuruhan (1) kasus sambo (1) kaya (1) KBR (1) kebersihan (1) kebudayaan (1) Kebudayaan Aceh (7) Kebumen (1) kedai kupi (1) kedai-kopi (1) Kedokteran (1) kedokteran Islam (1) kejahatan anak (1) kejahatan seksual anak (1) kekuasaan. (1) kelas menulis SMAN 5 (4) kelautan (5) keluarga berencana (1) Keluarga Ring Of Fire (1) kemenag (1) kemiskinan (2) kemukiman (2) kepemimpinan. (2) kepribadian (1) Kepribadian Muslim (1) kerajaan Aceh (2) Kerajaan Aceh Darussalam (2) Kerajaan Belanda (1) Kerajaan Portugis (1) Kerajaan Samudera Pasai (1) Kerajaan Samudera Pasee (1) kerja keras (1) kesehatan (13) kesehatan anak (4) keuangan (1) keuangan aceh (1) khaled hosseini (1) Khanduri Maulod (1) khutbah jumat (1) king maker (1) kirim naskah (1) Kisah (1) Kisah Islami (1) kite runner (1) KKR (2) KoescPlus (1) koleksi buku bagus (4) koleksi foto (2) Koleksi Kontribusi Buku (1) koleksi tulisanku (2) kolom kompas (1) kolom kompas hanif sofyan (2) kolom tempo (2) kompetensi siswa (1) Komunikasi (1) komunitas-serambi mihrab (1) konsumerisme (1) Kontribusi Hanif Sofyan untuk Buku (3) Kopi (2) kopi aceh (5) kopi gayo (2) kopi gayo.kopi aceh (1) kopi libri (1) Korupsi (7) korupsi di Aceh (4) kota masa depan (1) kota yang hilang (1) KPK (2) KPU (1) kredo (1) kriminal (1) krisis air (2) ku'eh (1) Kuliner Aceh (2) kultum (2) kupasi (1) kurikulum 2013 (1) kwikku (1) Labschool UIN Ar Raniry Banda Aceh (1) lain-lain (1) lalu lintas (1) lambang dab bendera (4) laut (2) Laut Aceh (1) Laut Biru (2) lebaran 2025 (1) legenda (1) Li Zhuo (1) lian hearn (1) Library (1) Library Gift Shop (2) lifestyle (1) limapuluah koto (1) Lin Xian (1) lincah (1) Lingkungan (42) lintho (1) listrik aceh (1) LNR (1) Lomba artikel 2016 (4) Lomba blog 2016 (1) lomba blog unsyiah 2018 (1) Lomba Blogger Unsyiah (2) lomba JNE (1) lomba mneulis asuransi (1) LSM-NGO (3) M nasir Fekon (1) Maek (1) maekfestival (1) magazine (1) makam (1) malcom gladwell (1) manajemen (2) manipulatif (1) manusia (2) marginal (1) Masyarakat Urban. (1) Mauled (1) maulid (2) Maulod (1) Media (1) megawati (1) Melinjo (1) Memberi (1) menhir (1) Menyantuni (1) mesjid baiturahman (2) Meulaboh (1) MH Amiruddin (1) migas (1) mimbar jum'at (1) minangkabau (1) Misbar (1) misi (1) mitigasi bencana (5) molod (1) moral (1) More Than Just A Library (2) motivasi (1) MTSN 4 Labschool UIN Ar Raniry (1) MTSN4 Banda Aceh (1) mukim (2) mulieng (1) museum (2) museum aceh (2) Museum Tsunami Aceh (4) music (1) Music show (1) musik (1) muslim produktif (1) musrenbang (1) Nabi Muhammad (2) naga (1) nagari seribu menhir (1) narkotika (1) naskah asli (3) Naskah Kuno Aceh (2) Negeri rempah terbaik (1) nelayan (1) new normal (1) Nina Fathdini (1) novel (1) Nubuah (1) Nusantara (1) off road (1) olahraga (2) one day one surah (1) opini (5) opini aceh tribun (2) opini analisadaily.com (1) opini bebas (1) Opini di lentera (1) opini dis erambi (1) opini hanif (1) opini hanif di serambi indonesia (4) opini hanif sofyan (1) Opini Hanif Sofyan di Kompas.id (1) opini hanif sofyan di steemit (1) opini harian aceh (4) Opini Harian Waspada (1) opini kompasiana (2) opini lintas gayo (11) opini lintas gayo com (1) opini LintasGayo.co (2) opini majalah tanah rencong (1) opini nabil azra (1) opini rini wulandari (1) opini serambi (43) opini serambi indoensia (4) opini serambi indonesia (169) opini siswa (4) opini tabloid lintas gayo (5) opini tempo (1) otsus (1) OYPMK (1) pandemi (1) pandemi covid-19 (9) papua (1) Pariwisata (3) pariwisata aceh (1) parlemen aceh politik aceh (8) pawang (1) PDAM (1) PDIP (1) pelosok negeri (1) Peluang Pasar (1) pemanasan global. green energy (1) pembangunan (29) pembangunan aceh (1) pemerintah (4) pemerintahan (1) pemilu 2014 (5) pemilu pilkada (1) pemilukada (9) Pemilukada Aceh (14) penddikan (2) pendidikan (29) pendidikan Aceh (27) penjahat kambuhan (1) penyair aceh (1) Penyakit kusta (1) Perbankan (3) perbankan islam (3) perdamaian (1) perempuan (8) perempuan Aceh (5) perempuan dan ibu (1) perempuan dan politik (2) perikanan (1) perpustakaan (2) perputakaan (1) personal (2) personal-ekonomi (1) pertanian (2) perusahaan ekspedisi (1) perusahaan logistik (1) perwira tinggi polri (1) pesantren (2) Pesta Demokrasi (1) pidie (1) pileg (1) pileg 2019 (2) pilkada (14) pilpres (2) pilpres 2019 (3) pilpres 2024 (2) PKK Aceh (1) plastik (1) PNS (1) polisi (2) polisi jahat (1) politik (115) politik aceh (160) politik indonesia (3) politik KPK versus korupsi (4) politik nasional (4) politis (1) politisasi (1) politk (5) Polri (1) polri presisi (1) popular (1) poster. (1) prabowo (2) prediktif (1) presiden (1) presiden 2019-2024 (1) PRESISI POLRI (1) produktifitas (1) PROFIL (1) propaganda (1) psikologi (2) psikologi anak (1) psikologi pendidikan (1) psikologis (1) Pulo Aceh (1) PUSA (2) pustaka (1) qanun (1) qanun Anti rentenir (1) Qanun LKS (2) Qu Meng Ru (1) ramadan (1) ramadhan (2) Ramadhan 2011 (4) ramadhan 2012 (2) rawa tripa (1) recycle (1) reduce (1) reformasi birokrasi (1) religius (1) Resensi buku (3) Resensi Buku hanif (2) resensi film (2) resensi hanif (2) residivis (1) resolusi. 2021 (2) responsibility (1) reuse (1) review buku (1) revolusi industri (1) robert galbraith (1) rohingya (1) Romansa (1) romantisme kanak-kanak (1) RPJM Aceh (3) RTRWA (2) ruang kelas (1) rujak u grouh apaloet (1) rumbia aceh (1) sains (1) Samalanga (1) sampah (1) satria mahardika (1) satu guru satu buku (1) satwa liar (1) secangkir kopi (1) sejarah (9) sejarah Aceh (28) sejarah Aceh. (3) sejarah dunia (1) sejarah-bahasa (5) sekda (1) sekolah (1) sekolah terpencil (1) Selat Malaka (1) selfie politik (1) Servant Leadership (1) setahun polri presisi (1) setapak perubahan (1) sigit listyo (1) sikoat (1) Sineas Aceh (2) Sinema Aceh (2) sinovac (1) situs (1) snapshot (1) sosial (14) sosiologi (1) sosiopat (1) SOSOK.TOKOH ACEH (3) spesies (1) statistik (1) Stigma (1) Stop Bajak Karya Online (1) Sultan Aceh (1) sultan iskandar muda (1) sumatera barat (1) sustainable laundry (1) syariat islam (7) TA sakti (1) tahun baru (2) tambang aceh (1) tambang ilegal (1) tanah rencong (1) tantang IB (1) Tata Kelola pemerintahan (4) tata kota (2) TDMRC (1) Tehani Wessely (1) tehnologi (5) televisi (1) Tenaga kerja (2) terbit buku (1) the cucko'scalling (1) Thriller (1) timor leste (1) tips (3) tokoh dunia (1) tokoh kartun serambi (2) Tome Pires (1) tradisi (3) tradisi aceh (2) tradisional (1) transparansi (1) tsunami (9) Tsunami Aceh (9) Tsunami story Teller (2) tuan hide (1) tukang obat (1) tulisan ringan (1) TUmbuh seimbang berkelanjutan bersama BSI (1) TV Aceh (1) tv dan anak-anak (3) uang haram (1) ujaran kebencian (1) ulama aceh (7) UMKM (1) Unsyiah (2) Unsyiah Library (3) Unsyiah Library Fiesta 2017 (3) upeti (1) upeti jin (1) ureung aceh (1) vaksin (2) viral (1) visi (1) Visit Aceh (2) Visit Banda Aceh (7) Visit Banda Aceh 2011 (4) walhi goes to school (1) wali nanggroe (3) walikota 2014 (1) wanita Iran (1) warung kupi (2) wirausaha aceh (1) Wisata Aceh (5) wisata spiritual (2) wisata tematik jalur rempah (1) Yayat Supriyatna (1) youtube (2) YouTube YoYo English Channel (1) YPBB (1) zero waste (2) Zhuang Xiao Man (1)

Senin, 03 Agustus 2026

Buku Bunga Rampai Pengurangan Risiko Bencana di Aceh Terbitan BPBA 2019

https://bpba.acehprov.go.id/index.php/informasi/read/2020/07/30/240/buku-bunga-rampai-pengurangan-risiko-bencana-di-aceh-terbitan-bpba-2019.html
https://storage-1.acehprov.go.id/index.php/s/2kgwPDOJuJVqWPo 
Buku Bunga Rampai Pengurangan Risiko Bencana di Aceh terbitan Badan Penanggulangan Bencana Aceh Tahun 2019, merupakan buku hasil tulisan dari banyak penulis antara lain : Hanif Sofyan,SE, Achmad Firdaus Abdillah, S.Si., M.Sc, Dr. H. Agustin Hanapi, Lc., MA, Asmaul Husna, Aswadi. M. Ali, Bambang Setiawan, ST, M.Eng.Sc, Ph.D, Ir. Faizal Adriansyah, M.Si, Fajar Sidik, S.H.,M.Medkom, Humaidi, S. Pd, Kerry E. Sieh, Dr. Muksin Umar, M.Si., M.Phil., Nazli Ismail, Rahmadhani, M.Bus, Ramli Cibro, Rini Wulandari, Sara Masroni, Shylvana Adella, Sulaiman Tripa, Teuku Ahmad Dadek, SH, Teuku Youvan, ST. M.Si.

Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, pada sambutannya di Buku Bunga Rampai Pengurangan Risiko Bencana di Aceh mengatakan bahwa penanggulangan bencana merupakan upaya yang menyeluruh dilakukan baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha. Pengurangan Risiko Bencana merupakan salah satu indikator dalam tercapainya tujuan program penanggulangan bencana di Aceh. Upaya pengurangan risiko bencana salah satunya adalah meningkatkan kapasitas maupun penyadartahuan masyarakat akan bencana baik akibat maupun cara mengurangi risiko akibat bencana.

Upaya Pemerintah Aceh kepada masyarakat dalam mensosialiasikan upaya pengurangan risiko bencana salah satunya adalah dengan menerbitkan Buku Bunga Rampai tentang Pengurangan Risiko Bencana. Buku ini disusun dari rangkaian tulisan pada akademisi, relawan maupun mitra BPBA dalam mendorong kegiatan pengurangan risiko
bencana.

Diharapkan buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua para pelaku kemanusiaan maupun masyarakat umum sehingga cita-cita Pemerintah Aceh dalam menurunkan indeks risiko bencana dapat terwujud secepatnya dan masyarakat bisa lebih harmoni dengan bencana.(DAE)

Minggu, 02 Agustus 2026

Ekonomi Biru dan Laut Aceh

oleh hanif sofyan-acehdigest-opini di serambi indonesia

https://aceh.tribunnews.com/2013/12/19/ekonomi-biru-dan-laut-aceh#google_vignette


Foto dokumentasi hanif sofyan-acehdigest--Peunayong

SETELAH pada November 2013, Pemerintah Pusat menyetujui wilayah ekplorasi dan ekploitasi Minyak dan Gas (Migas) lepas pantai, dari 12 mil hingga 200 mil. Kembali Pemerintah Pusat mendelegasikan penerbitan izin wilayah tangkap ikan, 12-200 Mil di wilayah lepas pantai Aceh, dalam bentuk dekonsentrasi kepada Gubernur Aceh, pada Desember 2013 ini. Dua kewenangan baru itu adalah ‘buah’ implementasi Undang-Undang No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Dekonsentrasi dipahami sebagai pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertikal tingkat atasnya kepada pejabat-pejabat di daerah. Rujukannya UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, serta PP No.7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

Pasal 165 ayat d UUPA menyebutkan bahwa Aceh diperbolehkan menerbitkan izin penggunaan operasional kapal ikan dalam segala jenis dan ukuran. Pelimpahan kewenangan ini juga membantu Pemerintah Aceh dalam menjalankan program percepatan pembangunan perikanan tangkap lautnya, baik bagi nelayan lokal maupun investor yang ingin menanamkan investasinya dalam bidang usaha perikanan tangkap di Aceh. Sebelumnya gubernur hanya memiliki kewenangan memberikan izin tangkap ikan di bawah 12 Mil, jika lebih 12 Mil harus melalui persetujuan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta.

Rabu, 29 Juli 2026

HIKAYAT NUSANTARA, NEGERI REMPAH TERBAIK

Merekonstruksi Jalur Rempah Nusantara Untuk Dunia
oleh hanif sofyan

Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jalan cukup menghidupimu,Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu.
Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. 
-Kolam Susu-Koes Plus (1970).

Jika anda generasi X atau Y, anda pasti pernah mendengar lirik lagi emas kelompok Band Koes Plus itu, setidaknya dari koleksi piringan hitam atau kaset milik orang tua. Lagunya berkisah betapa suburnya Nusantara kita. Sehingga muncul analogi, sekedar tongkat kayu bisa jadi tanaman, bukankah stek ubi kayu yang ditancapkan di tanah, bisa berbuah ubi yang lezat?.


Sepotong Syurga Di Bumi

Ketika ekspedisi Kapal Siboga merapat di Pelabuhan Teluk Perak, Surabaya pada Selasa, 27 Februari 1900, menandai akhir setahun petualangannya. Max Wilhelm Carl Weber bersama Anna Weber-Van Bosse,zoolog Jan Versluys, Hugo Nierstrasz, fisikawan A. Schmidt dan kartograf J.W. Huysmans serta Kapten ekspedisi, Gustaaf Tydeman berhasil menemukan Garis Webber. Dan setelahnya hikayat negeri rempah Nusantara makin mendunia.

Garis Weber, adalah garis bayangan yang membelah Indonesia Bagian Tengah (WITA) dan Indonesia Bagian Timur (WIT), dan menandai warisan flora dan fauna unik Indonesia bagian timur yang tiada duanya.

Di dunia baru-new world, pegunungan Foja atau Memberamo, Papua, ditemukan kekayaan botani yang luar biasa. 191 jenis spesies mamalia, 552 spesies burung air dan darat (tidak termasuk burung pantai atau burung migran), 142 spesies kadal, 83 spesies ular, lebih dari 130 spesies katak, 2.650 spesies ikan (sekitar 60 persennya spesies ikan laut), serta lebih dari 100.000 spesies antropoda (spesies tanaman hidup di wilayah ini). Tanaman asli wilayah itu diperkirakan 50 persen dari total jumlah spesies flora. Papua pun merupakan wilayah terkaya tanaman anggrek jenis Bulbophyllum dan Dendrobium, dengan 500 lebih spesies mengagumkan dari genre ini. Bahkan ekspedisi 2005, tim Conservation International (CI), mencatat 40 spesies baru ditemukan, termasuk kanguru berbulu emas. Bahkan, Buchler Bruce dari CI menyatakan bahwa 200 jenis spesies burung di Papua dipercaya merupakan yang terbanyak di dunia. 

Belum lagi wilayah Indonesia bagian barat yang di batasi Garis Wallacea. Garis yang memisahkan wilayah Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian barat, dimana kisah hikayat sejarah rempah Nusantara bermula.

Sejak Ekspedisi Columbus memulai pencarian rempah dunia dan berujung pada penemuan benua Amerika di akhir abad ke-15 Masehi, dampak penemuannya adalah dimulainya eksplorasi “bahan-bahan pangan baru”. Bangsa Eropa membawa temuan bahan pangan baru dan membudidayakannya di Eropa, Afrika dan Asia. Asia Tenggara, khususnya Nusantara, dengan lebih dari 2.000 jenis tumbuhan.

Kini kita akan merekonstruksinya kembali melalui Jalur rempah Nusantara. Ekspedisi jalur rempah dengan kapal Dewa Ruci dalam Muhibah Budaya dan Jalur Rempah Nusantara, sejak 17 Agustus 2021 hingga 28 Oktober 2021, akan berlayar dan melabuhkan jangkar di 13 titik rempah; Banda Neira, Ternate, Makassar, Banjarmasin, Bintan, Medan, Lhokseumawe, Padang, Banten, Jakarta, Semarang, Benoa dan Surabaya, mengulang kembali kejayaan Negeri Bahari dan Poros Maritim Dunia.

Mengapa Jalur Rempah?

Selasa, 28 Juli 2026

Podiamat Bertahan Lawan Stigma Di Sarang Naga


by hanif sofyan-acehdigest
opini #2 prize


pasar tiram di alue naga

Sebuah televisi analog tua gemerisik dengan gambar buram di pojok toko sendirian tanpa penonton. Sementara Azhar, Abdurrahman, dan Hendri (36 tahun), pemilik toko bergantian menjaga bersama Juniah (41 tahun), adiknya, acuh dengan semua acara. Televisi hanyalah cara mereka untuk tidak merasa kesepian. Mereka sibuk berdebat tanpa tujuan, sambil sesekali menyeruput kopi panas, melawan dinginnya angin laut, ditemani pisang goreng bada.

dokpri - Kedai KopiDusun Podiamat

Toko tersebut dulunya merupakan satu-satunya yang buka hingga malam hari di Dusun Podiamat, itupun menggunakan genset untuk bisa membuka kiosnya. Listrik baru masuk ketika tsunami melanda Aceh delapan belas tahun lalu. Sudah lama aliran listrik tidak sampai ke dusun mereka, padahal tepat di belakang dusun itu terdapat kantor gubernur mereka yang terang benderang hingga halaman belakangnya kosong.

“Orang mungkin takut datang ke sini untuk pasang listrik, karena penyakit kusta,” keluh Juniah suatu kali saat berbincang dengan saya.

Senin, 27 Juli 2026

Membuka Tabir Selubung Misteri Jejak Leluhur Minangkabau di Situs Maek “Nagari Seribu Menhir”

by hans-acehdigest

https://medium.com/@acehdigest/membuka-tabir-selubung-misteri-jejak-leluhur-minangkabau-di-situs-maek-nagari-seribu-menhir-ba8253019772


situs maek/cekricek.id

Setiap kali mendengar sebutan “Nagari Seribu Menhir”, langsung mengingatkan kita dengan Nagari Mahat, episentrum dari misteri besar yang menyimpan jejak leluhur Minangkabau era Megalitikum sekitar 1.500–2.500 sebelum Masehi.

Sebaran menhir, batu dakon, lumpang batu, punden berundak-undak, batu tapak, batu jejak ayam, dan balai-balai batu yang diyakini hingga saat ini berfungsi sebagai tanda kubur atau tempat pemujaan, tersimpan di Luak Limo Puluah Koto yang disebut dalam tambo alam Minangkabau, sebagai daerah paling terakhir yang menjadi daerah inti di Minangkabau, sehingga dikenal sebagai Luak Nan Bungsu.

Sebaran geografis wilayah situs menhirnya meliputi Luak Limo Puluah Koto yang saat ini masuk dalam Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kotamadya Payakumbuh. Mencakup area seluas lebih kurang 12.206 km2, hingga Koto Tinggi, Padang Ilalang, Koto Gadang, Ronah, Ampang Gadang.

Pemandangannya asri karena berada di area perbukitan dengan 3 anak sungai, yaitu Batang Kincuang, Batang Sugak dan Batang Penawan yang ketiganya masuk ke Batang Mahat sebagai sungai terbesar.

Masyarakat awalnya menganggap situs ini sebagai batu-batu biasa, beberapa mengaitkannya dengan makam atau tempat pemujaan. Karena itu pula, dulu sebelum dilakukan perlindungan oleh Pemerintah, masyarakat bahkan terbiasa memakainya untuk bahan bangunan seperti pondasi rumah. Sehingga banyak situs yang hilang atau berpindah tempat.

Kamis, 23 Juli 2026

REMPAH, BEDIL DAN EMAS 2.0

Sejarah Rempah Nusantara, Perang Dan Perebutan Kekayaan
oleh hanif sofyan-acehdigest




Selat Malaka, selat paling legendaris dalam kisah kesejarahan Kerajaan Aceh Darussalam. Bandar Laut Malaka-nya kemudian menjadi titik mula sejarah kejayaan Jalur Rempah Nusantara, sekaligus menjadi titik persinggungan konflik dengan kolonial Portugis dan Belanda. Tome Pires, seorang petualang Portugis yang menulis jurnal perjalanannya pada tahun 1515 berujar, “Semua kontak dagang antarbangsa dan segala urusan perniagaan harus dilakukan di Kota Malaka. Siapa pun yang menguasai Kota Malaka pasti bisa mengalahkan kehebatan Venesia”.

Senin, 06 Juli 2026

Perseteruan Aceh; Simbolisasi Politik“Keledai

Oleh Dr. Phil. Munawar A. Djalil. MA, Pegiat Dakwah dan Pemerhati Politik-Pemerintahan, Tinggal di  Cot Masjid, Banda Aceh

https://aceh.tribunnews.com/2021/10/07/perseteruan-aceh-simbolisasi-politikkeledai?page=all

Saat opini ini penulis buat, mendung di langit politik pemerintahan Aceh belum ada tanda-tanda akan tersibak menjadi cerah. Seperti tahun-tahun sebelumnya perseturan kembali terjadi antara eksekutif dan legislatif Aceh. Bak pertandingan tinju, ronde pertama perseteruan diawali dengan penolakan mayoritas fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) atas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Gubernur Aceh tentang Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020 dalam Rapat Paripurna DPRA beberapa waktu lalu.

Pada ronde berikutnya perseturan tidak hanya terjadi dalam ring tinju saja, di luar ring ketika masa jeda paripurna “adu jotos” pun berlanjut antara anggota dewan yang menerima LPJ dan anggota dewan yang menolak, sebagaimana terekam dalam sebuah video yang sempat viral di internet itu. Sebab LPJ Gubernur ditolak dewan, pada tahap berikutnya agar LPJ bisa sahih secara hukum maka legal standing LPJ Gubernur 2020 kemudian ditetapkan melalui Peraturan Gubernur dan telah mendapat persetujuan Mendagri.

Prolog di atas dapat memberikan sedikit review (gambaran) betapa karut marutnya politik Pemerintahan Aceh saat ini dengan tingkah polah pemimpin kita yang nyaris hampir sama setiap tahun anggaran.

Syahdan, mencermati keadaan ini, penulis menilai ada kecenderungan kedua pihak memaksa kehendak untuk berbagai kepentingan masing-masing termasuk membangun pencitraan, positive image, dan lain-lain. Di sini tampak di mana mereka saling menyalahkan, bertahan dengan keinginan dan alasan pembenar masing-masing tanpa merujuk kepada kondisi sebenarnya. Ibarat penari bodoh yang menyalahkan panggung bergoyang.