Oleh Abdul Rani Usman, Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan LVI, 2017 Lemhannas RI
https://aceh.tribunnews.com/2021/07/30/komunikasi-politik-sinovac-moderna?page=all
Akhir 2019 ditemukan penyakit jenis flu, corona virus di Wuhan China. Penyakit menular mirip H1N1 dan SARS menjadi sorotan dunia. China kususnya Wuhan berusaha mengunci wilayah sekaligus menciptakan vaksin yang disebut dengan Sinovac.
Kecurigaan negara maju pun terus terjadi seperti Amerikan Serikat. Presiden Trum pun menamakan penyakit ini flu Tiongkok. Pemerintah China tidak senang dengan menyebutkan namanya dengan flu Tiongkok. WHO pun memberikan nama Corona Virus atau Covid-19.
Dunia berlomba untuk membuat vaksin, seperti Amerika Serikat. Vaksin ciptaan Amerika pun masuk ke Indonesia. Fenomena vaksin menjadi ajang menjaring pengaruh di dunia global, terutama di Indonesia.
Persaingan global
Covid-19 menjadi penyakit global dianggap bahaya bagi masyarakat dunia. Banyak negara terpuruk ekonominya karena covid. Indonesia mencoba menangani penyakit menular ini dengan berbagai cara. Kecepatan Indonesia membeli vaksin Sinovac dari Tiongkok menjadi solusi aman dan nyaman bagi para pengambil kebijakan guna menghilangkan virus di negara tercinta ini. Banyak masyarakat belum begitu yakin terhadap vaksin Sinova, karena dianggap tidak aman dan halal.
Keengganan masyarakat terhadap vaksin menjadi tantangan bagi pemerintah dalam melaksanakan vaksin massal. Namun dengan kesabaran dan ketegasan pemerintah dalam vaksinasi tersebut berjalan lancar.
Kesadaran masyarakat terhadap vaksin belum maksimal karena ada masyarakat menerima informasi dari berita tidak akurat (hoax). Di tengah kegalauan masyarakat terhadap vaksin, Amerika Serikat mendonasikan vaksin secara bilateral kepada negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.
Kiriman 3 juta vaksin Moderna segera datang ke Indonesia, kata Sung Y. Kim Duta Besar AS di Jakarta. Kim menyebutkan membangun dan memperkuat kemitraan strategis antara Amerika-Indonesia adalah salah satu prioritas terpenting bagi kami (Tempo, 19-25 Juli 2021).
Donasi vaksin AS kepada Indonesia memperkuat komunikasi politik bagi ke dua negara. Kekuatan AS di Asia pasifik khususnya di Indonesia menjadi penting bagi Amerika. Fenomena vaksin menjadi ajang pertarungan politik global sekaligus memperkuat kemitraan Indonesia-Amerika.
Konsekuensi logis dari donasi vaksin Amerika Indonesia, perhatian tersendiri bagi warganya, karena hubungan kemitraan bukan saja dalam bidang kesehatan, pendidikan dan bahkan keamanan nasional. Kemauan AS mendonasikan vaksin ke Indonesia menjadi perhatian penting guna menjaga keharmonisan dengan Washington.
Sistem komunikasi politik yang dibangun antara Indonesia-Amerika menjadi simbol kesetaraan. Keinginan luhur dari AS mendonasikan vaksin menunjukkan niat baik Washington dalam membangun komunikasi politik dengan Indonesia.
Makna simbolik vaksin Moderna menunjukkan bahwa Indonesia menjadi mitra politik strategis Amerika guna dapat mengambil simpatik Indonesia dalam persaingan global dengan Tiongkok. Menurut Duta Besar AS Sung Y. Kim, Amerika akan bersaing dan bahkan bernegosiasi dengan Tiongkok. Mereka akan sangat konsisten dalam pengambilan pendekatan multifaset terhadap China. Kekuatan AS di dunia saat ini tersaingi dengan kekuatan Tiongkok. Persaingan antara AS dan China menjadi perhatian khusus bagi Indonesia guna membangun komunikasi yang bebas dan aktif bagi kepentingan Indonesia sendiri.
Keunggulan diplomasi Amerika di dunia global menjadi perhitungan dalam bernegosiasi bagi Indonesia. Fenomena kemitraan menunjukkan Amerika-Indonesia menjadi media diplomasi dalam percaturan politik global terutama Tiongkok di Laut China Selatan.
Sementara Presiden Xi Jinping menyebutkan akan terus mengembangkan pengaruh negaranya di dunia. China telah berada di jalur yang tepat dan bakal menentukan arah pembangunannya sendiri (Tempo, 12-18, Juli 2021).
China berambisi mengembangkan potensi bangsa guna membangun keharmonisan dengan sosialisme gaya China. Saat ini negara Tirai Bambu mengembangkan potensi politik dan ekonominya melalui Jalur Sutra yang disebut dengan One Belt One Road. Konsekuensi logis dari kiprah negeri panda tersebut turut bersaing dengan AS. Karena selama persaingan global dan berlalunya perang dingin maka China dan Amerika terus berseteru dan bahkan bernegosiasi dengan dua kekuatan.
Negosiasi tersebut di antaranya berlomba mempengaruhi negara sahabat dengan vaksin corona-moderna.
Posisi strategis Indonesia
Indonesia sebagai negara besar yang mempunyai potensi, sumber daya alam dan manusia menjadi incaran bangsa-bangsa maju. Fenomena saat ini Indonesia sedang menangani pandemi. Kondisi pandemi menjadi krusial bagi Indonesia keluar dari pandemi. Karena sampai saat ini Indonesia belum mampu membuat vaksin buatan murni Indonesia.
Fenomena kesehatan ini menjadi ajang bisnis dan politik global. Jika Indonesia di awal lahirnya Covid-19 nekat membuat vaksin maka keunggulan Indonesia diperhitungkan di dunia global.
Perlombaan dan pertarungan politik China-AS merembes kepada Indonesia. Karena kedua negara besar ini menganggap sama-sama penting bagi pengembangan pengaruh ekonomi, politik, dan militer mereka di Indonesia. Usaha Indonesia mencari jalan pintas membeli vaksin dari Tiongkok merupakan solusi tepat karena, China telah mampu menangani Corona dengan cepat.
Hal ini terbukti dengan menciptakan vaksin Sinovac. Kekuatan China bernegosiasi dengan Indonesia diperkuat dengan gaya bisnis mereka yang mendarah daging, sehingga mitra dagang Indonesia sangat diperhitungkan.
Sedangkan AS sebagai pemain tunggal setelah runtuhnya Rusia sedikit terlambat dalam menciptakan vaksin ,sehingga banyak dari warganya meninggal karena corona virus ini. Donasi AS untuk Indonesia bermanfaat karena Indonesia masih banyak membutuhkan ratusan juta vaksin, sehingga vaksin dari manapun datang tetap bermanfaat bagi Indonesia.
Konsekuensi logis dari keterbatasan Indonesia membuat vaksin menjadi masyarakat memilih vaksin dari mana yang bagus dan cocok bagi metabolisme tubuh masyarakat Indonesia. Secara biologis dan geografis vaksin dari Tiongkok duluan dipilih oleh pemerintah Indonesia, karena cepat, tepat dan dekat. Sedangkan vaksin Moderna baru akan diperkenalkan ke Indonesia.
Namun demikian kegaulan persepsi masyarakat adalah vaksin yang dibeli dari negara komunis dan vaksin satu lagi dari kapitalis. Kedua vaksin tersebut berasal dari negara sahabat, namun ideologis mereka adalah berbeda dengan Indonesia.
Sebagai bangsa yang berdaulat dan berideologi Pancasila maka kemampuan untuk menyaring vaksin mana yang cocok, halal, dan baik bagi bangsa Indonesia sangat urgen untuk dipilih. Bukan baik dan cocok untuk vaksin bagi negara pencipta vaksin, China- Amerika. Karena uji coba vaksin tentunya membutuhkan perlakuan yang bermacam ragam sehingga cocok dan aman bagi bangsa Indonesia.
Kebaikan, kehalalan, dan keamanan vaksin selain diperuntukkan bagi kesehatan wargana negara sekaligus keamanan bagi ideologi bangsa Indonesia. Artinya persaingan politik-bisnis vaksin untuk Indonesia membutuhkan pemikiran dan kebijakan yang mendalam bagi politikus dan negarawan Indonesia dalam menyikapi permainan komunikasi politik melalui vaksinasi di Indonesia.
Artinya saat ini yang dibutuhkan adalah melahirkan vaksin buatan Indonesia asli yang cocok, halal, dan aman bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan aman bagi ketahanan negara Indonesia.
Politikus dan negarawan mempunyai kekuatan dalam memberi masukan kepada pemerintah dalam penggunaan vaksin yang aman, sehat, halal, dan tidak dipermainkan oleh politik bisnis politik Sinovac-Moderna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar