Oleh Syamsul Bahri
Senin, 22 Oktober 2012
HARI ini usia IAIN Ar-Raniry sudah mencapai 49 tahun. Kalau kita ibaratkan manusia, (dalam teori pertumbuhan dan perkembangan), usia ini tergolong masa setengah baya (middle age), yakni masa yang berlangsung antara usia 40-60 tahun. Di saat usia 40 tahun seseorang mengalami pubertas kedua, ia suka bersolek, bersikap emosional bahkan bisa jatuh cinta lagi. Usia 45-55 tahun manusia bergeliat menunjukkan kekuatan dasar yang disebut production and care (produktif dan perhatian). Masa ini dianggap penting karena dalam periode inilah individu cenderung kreatif dan bermakna. Masa ini disebut juga masa generatif, yaitu mampu menciptakan keadaan budaya dan sosial dalam lingkungannya sesuai permintaan emosialitasnya.
Menjelang usianya yang hampir setengah abad itu, IAIN Ar-Raniry terus menunjukkan jatidirinya, dengan berbenah agar menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari mencuatnya gagasan perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) sejak 2005 lalu. Lalu, pada 2006 juga melakukan kerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) untuk rehab-rekon kampus dan alhamdulillah kini kita sudah bisa menyaksikan Ar-Raniry menjadi kampus yang indah dan hebat dari arsitekturnya. Di samping perkembangan ini, tentu masih dan akan banyak PR lainnya yang harus dikerjakan segenap civitas akademi IAIN Ar-Raniry untuk menjawab tantangan masa depan.
Menoreh tinta emas
Dalam perjalanannya kita membenarkan, Ar-Raniry sudah banyak melahirkan lulusannya. Mereka tersebar dalam segala sektor pemerintahan negeri maupun swasta. Mereka juga telah banyak menorehkan tinta emas yang bermanfaat sebagai agen pembangunan dan perkembangan masyarakat. Ar-Raniry adalah kampus ‘Islami’ yang memiliki visi dan misi yang mewujudkan lulusan yang berkualitas pada segala sektor jurusannya, yang beragama dan peduli pada agama dan masyarakatnya. Tetapi disayangkan, Syariat Islam sampai sekarang ‘stagnan’, masih jalan di tempat, masih simpang siur antara penegakan secara sempurna atau menyesuaikan dengan sosial kemasyarakatan. Ar-Raniry selaku promotor penegakan Syariat Islam tidak ‘rakus’ berupaya untuk benar-benar mewujudkannya.
Padahal sesuatu yang diinginkan akan terwujud sekiranya hal tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar. Berarti semenjak penerapannya Syariat Islam sampai sekarang masih ‘diperdebatkan’, juga di-pro-kontrakan, kita berkesimpulan Ar-Raniry belum membuat apa-apa demi keberlangsungan Syariat Islam secara kaffah. Masalahnya bukan pada tata-kelola, qanunisasi, adatisasi Syariat Islam itu semua, melainkan kita tidak ‘memiliki’ keimanan yang teguh untuk memperjuangkan syariat Islam. Iman kita masih sangat kurang, kita tidak melaksanakan SI dengan berlandaskan keimanan dan takwa kepada Allah melainkan berlandaskan akal dan pengalaman. Akal dan pengalaman tanpa diikat dengan iman yang kuat hanyalah kosong tidak ada apa-apa di ‘mata’ Allah. Dengan demikian Allah juga tidak meridhai sesuatu yang kita buat kalau tidak berasaskan keimanan dan takwa padaNya.
Ar-Raniry dalam kurun waktu 49 tahun sudah dijabat oleh 10 orang rektor. Rektor yang merupakan orang tertinggi di lembaga akademisi ini adalah orang-orang yang hebat dalam bidangnya. Sejak berdirinya Ar-Raniry, Ali Hasjmy (alm) merupakan rektor pertama. Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh, Beliau juga yang memprakarsai berdirinya Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, yang kiprahnya dapat kita saksikan sekarang yaitu kampus Jantoeng Hate Rakyat Aceh IAIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Pemikirannya dalam bidang pendidikan dan pembangunan serta perkembangan masyarakat dapat kita saksikan dengan nyata dalam kehidupan ini dan dapat kita rasakan manfaatnya sampai anak-cucu kita. Tidak berlebihan jika dikatakan Hasjmy layak menjadi pahlawan Nasional.
Peralihan jabatan rektor IAIN Ar-Raniry selanjutnya sampai di usianya yang ke-49 ini, bukanlah atas dasar nepotisme, bukan atas alasan suku, keluarga maupun persahabatan. Tetapi mereka yang terpilih menjadi rektor adalah orang yang benar-benar mafhum dalam bidangnya, memiliki intelektualitas tinggi, pemahaman keagamaan yang benar dan kepekaan terhadap sosial kemasyarakatan. Rektor Ar-Raniry dari masa ke masa adalah saksi perjuangan darah dan air mata. Mereka tidak melaksanakan kepemimpinannya semena-mena.
Setiap pemimpin juga harus bisa mewakafkan dirinya kepada anak-anak bangsa, kepada agama dan negara. Rektor harus meninggalkan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan bangsanya. Masa depan Aceh. Kita tidak beragumentasi bahwa seorang rektor harus menjadi Gubernur terlebih dulu untuk mengembangkan sayapnya kepada semua masyarakat. Tetapi kita memiliki penilaian subjektif dan juga berkeyakinan rektor mampu menginternalisasikan dirinya menjadi pribadi yang bermanfaat untuk segenap masyarakat Aceh.
Dilema dan problematika
Pengalaman dan contoh dari negara Islam lainnya di Dunia ada mempraktikkan demikian. Contoh negara Mesir, Iran (Imamiyah) memiliki guru besar/ahli fatwa yang lahir dari Universitas Al-Azhar, di Iran Ayatullah Khomeini juga memiliki andil besar yang keputusannya bisa mengikat dan di taati. Dilema dan juga problematika hari ini dalam hal keagamaan berkisar antara efektivitas keberadaan dayah dengan Ar-Raniry.
Dayah yang identik melahirkan ulama-ulama Aceh, juga Ar-Raniry melahirkan ulama-ulama ‘kampus’ tidak bersatu padu menciptakan kondisi keagamaan masyarakat ke arah yang lebih baik. Di satu sisi, dayah lebih menonjol kepada Fikihnya, sisi Ar-Raniry lebih cenderung pada pemikiran Islam walaupun ini bukan barometer diterminasi tetapi hal demikian bisa membuat permasalahan umat tak dapat diselesaikan dengan baik dan berkelanjutan. Memang penulis mengakui, keduanya itu tidak mungkin diselaraskan dalam satu wadah ‘kesepahaman’, tetapi diakui perbedaan ini bukanlah pertentangan yang mengakibatkan perselisihan.
Di sinilah letak indahnya keberagaman dalam pemahaman. Hanya saja perbedaan demikian perlu diminimalisir, perlu ada improvisasi diri masing-masing demi menjaga Syariat Islam, moralitas anak-anak bangsa, juga pergaulan Aceh dalam konteks bernegara dan berdunia. Ar-Raniry jangan menutup diri untuk menerima ‘rangsangan’ pemikiran dari luar. Jangan terikut sertakan pemikiran original dari dalam yang ‘dominan’. Aceh sedang dilirik ‘makhluk asing’ dari dalam dan luar, tetapi tidaklah berwibawa, tidaklah ‘gentelman’ sekiranya Ar-Raniry menghindar dengan tidak melakukan aksi dan perubahan-perubahan. Selamat Milad Ar-Raniry Ke-49. Wallhua’lam.
* Syamsul Bahri, Mahasiswa Pascasarjana Konsentrasi Pendidikan Islam IAIN Ar-Raniry, saat ini mengajar di Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa. Email: alraji_07@yahoo.com
Label
#
(2)
100 buku
(1)
1001 Cerita membangun Indonesia
(1)
2016
(1)
2019 prabowo presiden
(1)
2019 tetap jokowi
(1)
2020
(1)
2021
(2)
21 tahun
(1)
21 wasiat Sultan untu Aceh
(2)
49 tahun IAIN Araniry
(2)
99 buku
(1)
a ceh bahan buku
(1)
Abu Mudi
(1)
aceh
(11)
Aceh Barat
(2)
aceh digest
(1)
aceh history
(2)
aceh kode
(2)
aceh kopi
(1)
Aceh Singkil
(1)
aceh tengah
(3)
Aceh Tourism
(2)
Adat Aceh
(3)
agama
(25)
Air Bersih
(2)
aisya
(1)
Alue Naga
(1)
amazon
(1)
aminullah
(1)
anehnya negeriku indonesia
(3)
anggaran nanggroe aceh
(1)
anies
(1)
APBA
(6)
apresiasi serambi indonesia
(1)
arsip
(1)
artikel hanif
(74)
artikel kompas
(1)
artikel nabil azra
(3)
artikel rini
(4)
Artikel Serambi
(9)
artikel serambi-tokoh sastra melayu
(2)
artikel Tanah Rencong
(1)
artikel trans89.com
(1)
artikel/opini Modus Aceh
(1)
arundati roy
(1)
asia
(1)
asuransi
(2)
atlas of places
(1)
australia
(1)
Ayam
(1)
bacaan hari raya
(1)
bahan buku
(106)
bahan buku aceh
(1)
bahan buku kolaborasi
(2)
bahan buku.
(12)
bahan tulisan
(1)
bahana buku
(1)
bahasa
(2)
Banda Aceh
(1)
Bank Aceh syariah
(1)
Bank syariah Indonesia
(1)
batu
(1)
bawaslu
(1)
bencana alam
(7)
bendera dan lambang
(1)
Berbagi
(1)
berita nabil
(1)
berita serambi
(1)
berkeadilan
(1)
BHR
(1)
Bie Da Rao Wo Zhong Tian
(1)
bill gates
(2)
Bioscoop
(1)
Bioskop
(1)
birokrasi
(1)
birokrasi politik
(1)
Blogger Competition 2017
(1)
Blogger Indonesia
(1)
BMA 2023
(3)
Bola Kaki
(1)
book
(1)
BP2A
(1)
BPBA
(1)
BSI
(1)
budaya
(83)
budaya aceh
(12)
budaya massa
(1)
budaya tradisional
(2)
bukit barisan
(1)
buku
(7)
buku covid anak
(1)
Buku kapolri
(1)
bulkstore
(2)
bullying
(1)
bumi
(2)
bumi kita
(1)
bumi lestari
(2)
bumiku satu
(1)
Buyakrueng tedong-dong
(1)
cadabra
(1)
cerdas
(1)
cerita
(2)
cerpen
(2)
child abuse
(1)
climate change
(3)
Connecting Happiness
(3)
ConnectingHappiness
(1)
Cormoran Strike
(1)
Corona
(1)
corona virus19
(2)
covid
(1)
Covid-19
(1)
covid19
(9)
CSR
(1)
cuplikan
(1)
Cut Nyak Dhien
(1)
dakwah kreatid
(2)
Dana Hibah
(2)
dara baroe
(1)
Data
(1)
dayah
(4)
De Atjehers
(1)
demam giok
(1)
Democrazy?
(5)
demokrasi
(10)
demokrasi aceh
(6)
diaspora
(1)
dinasti politik
(3)
diplomasi gajah
(1)
Ditlantas Meupep-pep
(1)
diva
(1)
DKPP
(1)
Don’t Disturb Me Farming
(1)
DPRA
(1)
dr jeckyl
(1)
Drama
(1)
drive book not cars
(2)
dua tahun BSI
(1)
Dusun Podiamat
(1)
earth hour
(2)
earth hour 2012
(2)
ekonmi islam
(1)
Ekonomi
(52)
Ekonomi Aceh
(51)
ekonomi biru
(1)
ekonomi Islam
(7)
ekonomi sirkular
(2)
ekoomi
(1)
Ekosistem kopi
(1)
eksport import
(1)
Elizabeth Kolbert
(1)
essay
(1)
essay keren
(1)
essay nabil azra
(1)
falcon
(1)
fiksi
(1)
Film
(6)
Film animasi
(1)
film china
(1)
film cina
(1)
film drama
(3)
Film jadul
(1)
film lawas
(1)
filsafat
(2)
fir'aun
(1)
forum warga kota
(1)
forum warung kopi
(2)
FOTO ACEH
(2)
fourth generation university
(2)
GAIA
(1)
gajah sumatera
(1)
gam cantoi
(2)
gambar
(1)
ganjar
(1)
Garis Wallacea
(1)
garis Weber
(1)
Gas Terus
(1)
GasssTerusSemangatKreativitasnya
(1)
gempa
(2)
gender
(3)
generasi manusia
(1)
germs
(1)
gibran. jokowi
(1)
Gillian Rubinstein
(1)
god
(1)
goenawan mohamad
(1)
gramedia
(1)
groomer
(1)
grooming
(1)
gubernur
(2)
guiness book of record
(1)
guru
(1)
guru blusukan
(1)
guru kreatif
(1)
guru milenial
(1)
H. Soeprapto Soeparno
(1)
hacker cilik
(1)
Hadih Maja
(1)
Halodoc
(1)
Halue Bluek
(1)
hanibal lechter
(1)
hanif sofyan
(7)
hardikda
(1)
hari Air Sedunia
(3)
hari bumi
(2)
Hari gizi
(1)
hari hoaxs nasional
(2)
harry potter
(1)
hasan tiro
(1)
hastag
(1)
hemat energi
(1)
herman
(1)
Hikayat Aceh
(2)
hoaks
(2)
hoax
(2)
hobbies
(1)
hoegeng
(1)
HUDA
(1)
hukum
(3)
humboldtian
(1)
hutan indonesia
(5)
ibadah
(1)
ide baru
(1)
ide buku
(2)
idelisme
(1)
ideologi
(1)
idul fitri 2011
(1)
iklan
(1)
Iklan Bagus
(2)
indonesia
(4)
Indonesia city Expo 2011
(1)
industri
(1)
inovasi
(1)
Inovasi Program
(1)
intat linto
(1)
intermezo
(5)
internet dan anal-anak
(1)
investasi
(2)
investasi aceh
(1)
Iran
(1)
isatana merdeka
(1)
Islam
(1)
islam itu indah
(3)
Islamic banking
(1)
ismail bolong
(1)
Ismail Fahmi Lubis
(1)
IT
(4)
jalur Rempah
(2)
Jalur Rempah Dunia
(2)
Jalur rempah Nusantara
(2)
jeff bezzos
(1)
Jejak Belanda di Aceh
(1)
jepang
(1)
jk rowling
(2)
JNE
(5)
JNE Banda Aceh
(1)
JNE33Tahun
(1)
JNEContentCompetition2024
(1)
joanne kathleen rowling
(1)
jokoei
(1)
jokowi
(1)
juara 1 BMA kupasi 2023
(1)
juara 1 jurnalis
(1)
juara 2 BMA kupasi
(1)
juara 3 BMA kupasi 2023
(1)
jurnal blajakarta
(1)
jurnal walisongo
(1)
jurnalisme warga
(1)
kadisdik
(1)
kaki kuasa
(1)
kalender masehi
(1)
kambing hitam
(1)
kampanye
(1)
kampus unsyiah
(4)
kamuflase
(1)
karakter
(1)
kasus kanjuruhan
(1)
kasus sambo
(1)
kaya
(1)
KBR
(1)
kebersihan
(1)
Kebudayaan Aceh
(7)
Kebumen
(1)
kedai kupi
(1)
kedai-kopi
(1)
Kedokteran
(1)
kedokteran Islam
(1)
kejahatan anak
(1)
kejahatan seksual anak
(1)
kekuasaan.
(1)
kelas menulis SMAN 5
(4)
kelautan
(4)
keluarga berencana
(1)
Keluarga Ring Of Fire
(1)
kemenag
(1)
kemiskinan
(2)
kemukiman
(2)
kepemimpinan.
(2)
kepribadian
(1)
Kepribadian Muslim
(1)
kerajaan Aceh
(2)
kerja keras
(1)
kesehatan
(13)
kesehatan anak
(4)
keuangan
(1)
keuangan aceh
(1)
khaled hosseini
(1)
Khanduri Maulod
(1)
khutbah jumat
(1)
king maker
(1)
kirim naskah
(1)
Kisah
(1)
Kisah Islami
(1)
kite runner
(1)
KKR
(2)
KoescPlus
(1)
koleksi buku bagus
(4)
koleksi foto
(2)
Koleksi Kontribusi Buku
(1)
koleksi tulisanku
(2)
kolom kompas
(1)
kolom kompas hanif sofyan
(2)
kolom tempo
(2)
kompetensi siswa
(1)
Komunikasi
(1)
komunitas-serambi mihrab
(1)
konsumerisme
(1)
Kontribusi Hanif Sofyan untuk Buku
(3)
Kopi
(2)
kopi aceh
(5)
kopi gayo
(2)
kopi gayo.kopi aceh
(1)
kopi libri
(1)
Korupsi
(7)
korupsi di Aceh
(4)
kota masa depan
(1)
kota yang hilang
(1)
KPK
(2)
KPU
(1)
kredo
(1)
kriminal
(1)
krisis air
(2)
ku'eh
(1)
Kuliner Aceh
(2)
kultum
(2)
kupasi
(1)
kurikulum 2013
(1)
kwikku
(1)
Labschool UIN Ar Raniry Banda Aceh
(1)
lain-lain
(1)
lalu lintas
(1)
lambang dab bendera
(4)
laut
(1)
Laut Aceh
(1)
Laut Biru
(1)
lebaran 2025
(1)
legenda
(1)
Li Zhuo
(1)
lian hearn
(1)
Library
(1)
Library Gift Shop
(2)
lifestyle
(1)
limapuluah koto
(1)
Lin Xian
(1)
lincah
(1)
Lingkungan
(42)
lintho
(1)
listrik aceh
(1)
LNR
(1)
Lomba artikel 2016
(4)
Lomba blog 2016
(1)
lomba blog unsyiah 2018
(1)
Lomba Blogger Unsyiah
(2)
lomba JNE
(1)
lomba mneulis asuransi
(1)
LSM-NGO
(3)
M nasir Fekon
(1)
Maek
(1)
maekfestival
(1)
magazine
(1)
makam
(1)
malcom gladwell
(1)
manajemen
(2)
manipulatif
(1)
manusia
(2)
marginal
(1)
Masyarakat Urban.
(1)
Mauled
(1)
maulid
(2)
Maulod
(1)
Media
(1)
megawati
(1)
Melinjo
(1)
Memberi
(1)
menhir
(1)
Menyantuni
(1)
mesjid baiturahman
(2)
Meulaboh
(1)
MH Amiruddin
(1)
migas
(1)
mimbar jum'at
(1)
minangkabau
(1)
Misbar
(1)
misi
(1)
mitigasi bencana
(5)
molod
(1)
moral
(1)
More Than Just A Library
(2)
motivasi
(1)
MTSN 4 Labschool UIN Ar Raniry
(1)
MTSN4 Banda Aceh
(1)
mukim
(2)
mulieng
(1)
museum
(2)
museum aceh
(2)
Museum Tsunami Aceh
(4)
music
(1)
Music show
(1)
musik
(1)
muslim produktif
(1)
musrenbang
(1)
Nabi Muhammad
(2)
naga
(1)
nagari seribu menhir
(1)
narkotika
(1)
naskah asli
(3)
Naskah Kuno Aceh
(2)
Negeri rempah terbaik
(1)
nelayan
(1)
new normal
(1)
Nina Fathdini
(1)
novel
(1)
Nubuah
(1)
Nusantara
(1)
off road
(1)
olahraga
(2)
one day one surah
(1)
opini
(5)
opini aceh tribun
(2)
opini analisadaily.com
(1)
opini bebas
(1)
Opini di lentera
(1)
opini hanif
(1)
opini hanif di serambi indonesia
(4)
opini hanif sofyan
(1)
Opini Hanif Sofyan di Kompas.id
(1)
opini hanif sofyan di steemit
(1)
opini harian aceh
(4)
Opini Harian Waspada
(1)
opini kompasiana
(2)
opini lintas gayo
(11)
opini lintas gayo com
(1)
opini LintasGayo.co
(2)
opini majalah tanah rencong
(1)
opini nabil azra
(1)
opini rini wulandari
(1)
opini serambi
(43)
opini serambi indoensia
(4)
opini serambi indonesia
(169)
opini siswa
(4)
opini tabloid lintas gayo
(5)
opini tempo
(1)
otsus
(1)
OYPMK
(1)
pandemi
(1)
pandemi covid-19
(9)
papua
(1)
Pariwisata
(3)
pariwisata aceh
(1)
parlemen aceh politik aceh
(8)
pawang
(1)
PDAM
(1)
PDIP
(1)
pelosok negeri
(1)
Peluang Pasar
(1)
pemanasan global. green energy
(1)
pembangunan
(29)
pembangunan aceh
(1)
pemerintah
(4)
pemerintahan
(1)
pemilu 2014
(5)
pemilu pilkada
(1)
pemilukada
(9)
Pemilukada Aceh
(14)
penddikan
(2)
pendidikan
(29)
pendidikan Aceh
(27)
penjahat kambuhan
(1)
penyair aceh
(1)
Penyakit kusta
(1)
Perbankan
(3)
perbankan islam
(3)
perdamaian
(1)
perempuan
(8)
perempuan Aceh
(5)
perempuan dan ibu
(1)
perempuan dan politik
(2)
perikanan
(1)
perpustakaan
(2)
perputakaan
(1)
personal
(2)
personal-ekonomi
(1)
pertanian
(2)
perusahaan ekspedisi
(1)
perusahaan logistik
(1)
perwira tinggi polri
(1)
pesantren
(2)
Pesta Demokrasi
(1)
pidie
(1)
pileg
(1)
pileg 2019
(2)
pilkada
(14)
pilpres
(2)
pilpres 2019
(3)
pilpres 2024
(2)
PKK Aceh
(1)
plastik
(1)
PNS
(1)
polisi
(2)
polisi jahat
(1)
politik
(115)
politik aceh
(160)
politik indonesia
(3)
politik KPK versus korupsi
(4)
politik nasional
(4)
politis
(1)
politisasi
(1)
politk
(5)
Polri
(1)
polri presisi
(1)
popular
(1)
poster.
(1)
prabowo
(2)
prediktif
(1)
presiden
(1)
presiden 2019-2024
(1)
PRESISI POLRI
(1)
produktifitas
(1)
PROFIL
(1)
propaganda
(1)
psikologi
(2)
psikologi anak
(1)
psikologi pendidikan
(1)
psikologis
(1)
Pulo Aceh
(1)
PUSA
(2)
pustaka
(1)
qanun
(1)
qanun Anti rentenir
(1)
Qanun LKS
(2)
Qu Meng Ru
(1)
ramadan
(1)
ramadhan
(2)
Ramadhan 2011
(4)
ramadhan 2012
(2)
rawa tripa
(1)
recycle
(1)
reduce
(1)
reformasi birokrasi
(1)
religius
(1)
Resensi buku
(3)
Resensi Buku hanif
(2)
resensi film
(2)
resensi hanif
(2)
residivis
(1)
resolusi. 2021
(2)
responsibility
(1)
reuse
(1)
review buku
(1)
revolusi industri
(1)
robert galbraith
(1)
rohingya
(1)
Romansa
(1)
romantisme kanak-kanak
(1)
RPJM Aceh
(3)
RTRWA
(2)
ruang kelas
(1)
rujak u grouh apaloet
(1)
rumbia aceh
(1)
sains
(1)
Samalanga
(1)
sampah
(1)
satria mahardika
(1)
satu guru satu buku
(1)
satwa liar
(1)
secangkir kopi
(1)
sejarah
(9)
sejarah Aceh
(28)
sejarah Aceh.
(3)
sejarah dunia
(1)
sejarah-bahasa
(5)
sekda
(1)
sekolah
(1)
sekolah terpencil
(1)
selfie politik
(1)
Servant Leadership
(1)
setahun polri presisi
(1)
setapak perubahan
(1)
sigit listyo
(1)
sikoat
(1)
Sineas Aceh
(2)
Sinema Aceh
(2)
sinovac
(1)
situs
(1)
snapshot
(1)
sosial
(14)
sosiologi
(1)
sosiopat
(1)
SOSOK.TOKOH ACEH
(3)
spesies
(1)
statistik
(1)
Stigma
(1)
Stop Bajak Karya Online
(1)
sultan iskandar muda
(1)
sumatera barat
(1)
sustainable laundry
(1)
syariat islam
(7)
TA sakti
(1)
tahun baru
(2)
tambang aceh
(1)
tambang ilegal
(1)
tanah rencong
(1)
tantang IB
(1)
Tata Kelola pemerintahan
(4)
tata kota
(2)
TDMRC
(1)
Tehani Wessely
(1)
tehnologi
(5)
televisi
(1)
Tenaga kerja
(2)
terbit buku
(1)
the cucko'scalling
(1)
Thriller
(1)
timor leste
(1)
tips
(3)
tokoh dunia
(1)
tokoh kartun serambi
(2)
tradisi
(2)
tradisi aceh
(2)
tradisional
(1)
transparansi
(1)
tsunami
(9)
Tsunami Aceh
(9)
Tsunami story Teller
(2)
tuan hide
(1)
tukang obat
(1)
tulisan ringan
(1)
TUmbuh seimbang berkelanjutan bersama BSI
(1)
TV Aceh
(1)
tv dan anak-anak
(3)
uang haram
(1)
ujaran kebencian
(1)
ulama aceh
(7)
UMKM
(1)
Unsyiah
(2)
Unsyiah Library
(3)
Unsyiah Library Fiesta 2017
(3)
upeti
(1)
upeti jin
(1)
ureung aceh
(1)
vaksin
(2)
viral
(1)
visi
(1)
Visit Aceh
(2)
Visit Banda Aceh
(7)
Visit Banda Aceh 2011
(4)
walhi goes to school
(1)
wali nanggroe
(3)
walikota 2014
(1)
wanita Iran
(1)
warung kupi
(2)
wirausaha aceh
(1)
Wisata Aceh
(5)
wisata spiritual
(2)
wisata tematik jalur rempah
(1)
Yayat Supriyatna
(1)
youtube
(2)
YouTube YoYo English Channel
(1)
YPBB
(1)
zero waste
(2)
Zhuang Xiao Man
(1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar